Hosted by Photobucket.com

Monday, October 24, 2005

dedicated to gossipers

gosip baru: atm condoms bakal masuk kampus-kampus. Hmm... Hmmm. Well, uhm... Yeah, I guess... yaah. Siapa tau kehadiran atm condoms ini malah menciptakan kesadaran seksual baru di kalangan mahasiswa, like... safe sex??

gosip lama tapi baru: ada ketua jurusan yang memecat salah satu dosen senior + qualified dengan alasan yang kurang masuk akal, seperti karena dosen yang bersangkutan lebih sering berada di jakarta daripada duduk tenang dan memprioritaskan kehidupan pendidikan di jogja, dan sering menulis di surat kabar dengan mencantumkan keterangan "dosen Universitas Gadjah Mada", padahal ketika usulan untuk memecat dosen yang bersangkutan (yang notabene datangnya dari diri sang kajur sendiri) dirapatkan bersama warga jurusan, lebih dari separuh dosen protes dan walk out. Bahkan salah satu dosen muda mengancam akan turut keluar jika dosen yang bersangkutan benar-benar dipecat. (Eh, menurut kamu masuk akal nggak sih, alasan-alasan kaya' gitu?)

gosip lama tapi baru lainnya: ada ketua jurusan yang kalo ngajar di kelas kelihatannya ramah dan berwibawa, tapi ternyata kehilangan jati dirinya di jurusan, nggak punya bala dan dimusuhin dosen lain, bahkan bikin ruang jurusan sepi karena para dosen yang sebel sama dia memilih untuk singgah di kantor D3. Agak bikin heran, karena mekanisme pemilihan ketua jurusan seharusnya menghasilkan pihak yang jadi penengah semua pihak dan bisa mengakomodir kepentingan warga jurusan. Tapi yang ini kok malah sebaliknya??

gosip lama: Woah! Ketua Jurusan itu ternyata pernah masuk dalam novel Sihir Cinta!!!

Friday, October 14, 2005

many many things in a night

Beberapa hari ini, aku ‘terkurung’ di negeri antah-berantah; dimana satu-satunya hiburan di rumah adalah sederet track mp3 yang kusimpan di memori ponsel. Well, okay. Pada kunjungan kali ini, sudah ada kemajuan (baca: warnet) di kota kecil ini; yang paling nggak bisa bikin aku lebih betah (sedikit) ketimbang biasanya. Tapi toh aku nggak bisa terus-terusan menghamburkan waktu di warnet, karena selain biaya aksesnya masih relatif mahal dibandingkan jogja dan fasilitas comot-comot data masih agak susah (no kidding, salah satu temenku ngeledek ketika aku bilang lagi nge-net di kota kecilku dengan: “Wah, di sana ada listrik tho?” shut up!), mama bisa ngamuk-ngamuk kalau aku – seperti kebiasaan lamaku kalo di Jogja – lupa pulang gara-gara keasyikan nge-net. Dan ketika sudah berada di rumah, yang notabene bagian antah-berantah dari kota kecil antah-berantah ini, rasanya malas sekali beranjak keluar lagi. Maka, dengan ketiadaan segala device bersifat hiburan yang sudah diangkuti karena statusnya ‘bakal pindah’, sederet track mp3 yang disimpan di memori ponsel tadi jadi sarana hiburan yang sangat berarti. Terutama ketika aku mesti menjalani aktivitas-aktivitas domestik bertajuk ‘berbakti pada mama’ semacam bersih2 rumah, cuci-setrika dsb.
Walhasil, sederet mp3 yang jumlahnya juga tak terlalu banyak itu – dengan penuh keengganan – jadi soundtrack hidupku sehari-hari. Sampe hapal banget urutan lagu-lagunya. Sampai tiba-tiba, pada hari ketiga, aku merasa ada yang janggal.
Tadinya aku berpikir ada yang nggak beres pada file-file mp3ku. Soalnya tiba-tiba mereka terdengar aneh di kuping! Kadang-kadang aku merasa temponya lebih cepat atau lebih lambat – yang setelah dicermati ternyata nggak, tuh – di saat lain file-nya serasa seperti ‘pita kaset yang memuai’ dan menghasilkan suara ‘memuai’ juga, atau kadang semacam ketambahan instrumen baru. Pokoknya janggal lah!
Kept thinking of it, sampai malam ini, malam keempat, aku baru sadar kalau semua itu terjadi karena sepertinya kupingku bertambah peka.
Hmm, ini sih cuma hipotesa; tapi bagiku cukup masuk akal bahwa ketika telinga terus-menerus mendengar sesuatu yang sama secara intens selama beberapa hari berturut-turut, penginderaannya jadi lebih peka, alias mampu menangkap unsur-unsur yang tadinya tak tertangkap. Semacam, waktu kecil aku sering mengucapkan kata ‘ember’ berulang-ulang sampe lama-kelamaan berpikir: kok kata ‘ember’ kedengaran aneh sekali di telinga dan tak masuk akal ya? Hum.... ini sebuah kesadaran yang terlambat ya? Well, okay… kalo bukan menemukan teori, anggaplah aku sedang membuktikannya. ;)
Back then, salah satu lagu yang aku simpan itu punya makna khusus berkaitan dengan peristiwa tertentu – yaa, u know the song… – yang bikin dada bergetar tiap kali mendengarnya dan berkaitan dengan (ehm) seseorang. Nah, – ini pembuktian yang lain lagi – satu waktu, aku berusaha membuktikan kebenaran kata-kata sahabatku, Ruwi Meita, tentang sugesti. Dia, once told me:
“Aku semalam menulis di buku harian: xx akan sms aku jam 12.40 a.m sampai satu halaman penuh.
….dan dia meng-sms-ku jam 12.30 – hanya selisih sepuluh menit dari waktu yang kutulis!”
Aku nggak terlalu terkagum-kagum waktu itu, karena hidupku penuh sugesti dan aku sudah mendengar teori itu sejak lama sekali. Tapi sekali waktu, gara-gara lagu itu, aku tergerak untuk mencoba metode yang diterapkan Ruwi. Nah nah, maka aku memulai pekerjaan (setengah) bodoh itu, menulis dua halaman penuh di buku harian: xx akan sms aku jam 11.30 malam ini.
Percobaan pertama:
Berhasil.

Seperti yang terjadi pada Ruwi, orang itu mengirim sms sepuluh menit lebih awal dari waktu yang kutetapkan. Aku kontan kegirangan. Heay, I can make it! Aku juga bisa, lho… *siul-siul* Tentu saja, keberhasilan ini kupendam sendiri. Cukup aku sendiri yang tahu.

Sialnya, pembuktian itu bikin aku percaya dan ketagihan. Di saat lain, ketika perasaanku jadi sukar dikendalikan, aku mulai menulis pada, seperti percobaan pertama, dua halaman buku.
Percobaan kedua.
Nananana…. Dududu… Bagian menulis sudah kuselesaikan, kini tinggal menunggu bukti. Tik tok tik tok… the clock is ticking, dan aku menunggu dengan penuh kesabaran.
(kurang 10 menit) “Hmm, mana yaa…? Harusnya sebentar lagi dia sms nih.”
Didn’t work.
(pas pada waktu yang ditentukan) “Mm….mungkin sebentar lagi. Kalo kemaren waktunya kurang presisi, mungkin sekarang pas.”
Didn’t work.
(lebih 10 menit) “Ohh, mungkin toleransinya kuranglebih sepuluh sampe limabelas menit sebelum atau sesudah waktu yang ditentukan, ‘kali yaa….”
Still didn’t work.
(lebih setengah jam) *keluh* “Hey… where r uu...? U’re half-an-hour-late!”
Still didn’t work.
(lebih satu jam) *utakatik huruf di buku harian* “Ya sudahlah…”
Still didn’t work!
(lebih dua jam) *kebangun pascatengah malam, tergesa meraih ponsel, meneliti dan menemukan lcd tanpa sms notification* “Damn!!! U idiot!”
Case closed. Kesimpulan: percobaan kedua,
Gagal.

Kata orang, keledai nggak akan kecemplung di lubang yang sama. Tapi ada kalanya, aku jadi orang yang benar-benar bebal. Gagalnya percobaan kedua nggak bikin aku jadi nggak percaya teori itu. Aku masih sempat beberapa kali mencoba, dengan berbagai pre-asumsi – yang terakhir malam ini, barusan – tapi dengan hasil seragam: Gagal.
Now I decide, keyakinanku itu bodoh. Dan no more percobaan. It’s enough!

Di luar dua pembuktian itu, kepalaku saat ini benar-benar penuh berbagai macam hal yang sudah berusaha kupilah dan kumasukkan dalam kabinet sendiri-sendiri, tapi mereka secara impulsif menghamburkan diri dan bercampur kembali dengan suksesnya. Hard to tell. Anehnya, entah bagaimana, aku merasa bahagia di tengah situasi depresif ini. Bahkan di tengah kesadaran bahwa BBM naik 180%, enam buah bom baru saja meledak di salah satu tempat yang aku cintai, dan flu burung masih merebak. Kadang-kadang, manusia mesti menempuh jalan yang aneh for something called ‘kebahagiaan’, ya? (jam satu, lewat tengah malam kamis di kotakecilku)

Tuesday, October 11, 2005

she will be loved

Maroon 5

Beauty queen of only eighteen
She had some trouble with herself
He was always there to help her
She always belonged to someone else

I drove for miles and miles
And wound up at your door
I've had you so many times but somehow
I want more

I don't mind spending everyday
Out on your corner in the pouring rain
Look for the girl with the broken smile
Ask her if she wants to stay awhile, and
She will be loved
She will be loved

Tap on my window, knock on my door
I want to make you feel beautiful yeahh
I know I tend to get so insecure
It doesn't matter anymore

It's not always rainbows and butterflies
It's compromise that moves us along yeahh
My heart is full and my door's always open
You can come anytime you want yeah

I don't mind spending everyday
Out on your corner in the pouring rain,
Look for the girl with the broken smile
Ask her if she wants to stay awhile, and
She will be loved She will be loved
She will be loved She will be loved

I know where you hide
Alone in your car
Know all of the things that make you who you are
I know that goodbye means nothing at all
Comes back and begs me to catch her every time she falls yeah

Tap on my window, knock on my door
I want to make you feel beautiful

I don't mind spending every day
Out on your corner in the pouring rain oh
Look for the girl with the broken smile
Ask her if she wants to stay awhile, and
She will be loved She will be loved
She will be loved She will be loved

Please don't try so hard to say goodbye
Please don't try so hard to say goodbye

I don't mind spending everyday
Out on your corner in the pouring rain
Please don't try to hard to say goodbye

*lagi suka banget*

negeri sepi

di tengah jalan yang menikung itu tibatiba
kautawarkan perjamuan sore. tempat
dimana lelah menyimpan singgah, dan matahari yang condong
membuatmu leluasa
mengerkah rusuk memburai sejarah
sepanjang perjalanan. jam
kaubiarkan berhenti; sementara kita mengupas
keringat. sementara matamu
menuturkan kisah kelananya.

barangkali ini kembara berujung ke negeri
sepi, katamu berulang. tapi toh tiada
yang menghentikan gerak engsel tumit
dan selangkang kita. dan kenangan tibatiba
telah terentang jauh ke belakang. barangkali
takada yang mendengar kalimatmu; selain telinga
yang tersimpan di negeri sepi.
(kita tak pernah tahu bisa)

tapi segala lantas menjadi sunyi. bahkan detik. mungkin
kau benar. mungkin jam berhenti. dan mungkin
ini kembara
berujung
di negeri sepi.

(a lonely day @ indramayu)

Saturday, October 08, 2005

would u marry me, stranger?

gimana kalau suatu hari, seseorang yang tidak kita kenal, yang cuma nongol nama dan fotonya di board friends-nya friendster, yang cuma satu-dua kali kirim messages dan pernah ninggalin testimonial, yang bahkan belum pernah kita jumpai di kehidupan nyata selain beberapa kali online 'n chatting bareng tiba-tiba bilang:

would u marry me?
...dan kita hanya dikasih satu kesempatan untuk menjawab, cuma punya kesempatan untuk lebih mengenalnya lewat friendster dan jaringan maya, sementara the clock is ticking dan kita berpikir kesempatan itu mungkin tak akan datang lagi...
apa yang akan kamu katakan kalau kamu jadi aku?

Tuesday, October 04, 2005

ramadhan tahun ini...

hari pertama puasa hari pertama ramadhan...

lebaran tak hanya merekam momen bahagia. tapi juga miris dan duka. selalu ada orang-orang yang merasa dirinya terlupakan atau terpinggirkan. kehilangan kehangatan itu: berkumpul bersama keluarga besar, mencium bau tanah air, dikelilingi anakcucu yang meraih tepian baju merengeki salam tempel; bagaimana dengan mereka yang eksil; jauh dari kampung halaman tak bisa pulang karena dianggap punya keterkaitan dengan organisasi (yang dianggap) terlarang dan (dianggap) mengancam integrasi?

yes, i know that such of pain.
tapi toh Ada yang tak pernah melupakan dan meminggirkan.

puasa ini,
mari jadi keluarga bagi banyak orang di luar sana.
selamat beribadah; maafkan segala salah.
selamat mencoret yang lama dan menoreh yang baru.

(kosong-kosong, yak! ^_^)

lelaki gurun dan kesunyian

lelaki dari gurun; kesunyian dalam kepalanya
adalah tuhan.


lelaki dari gurun; telanjang berkata lantang
kemanusiaan sudah wafat


Tuhan, tolong ampuni ia!
sebab hanya kutuklaknat di mulut kami


(tapi kemana Kaubawa
ia, yang mengaku merangkak mencariMu; yang terasing
dalam kesunyian
itu?)


::pascabom bali; harihari hilang katakata