Hosted by Photobucket.com

Thursday, September 22, 2005

Virus Type A: H5N1

Duhh...
Sedih bertubi-tubi rasanya tiap kali nonton berita di TV atau baca koran. Korban-korban yang dicurigai meninggal akibat virus flu burung terus berjatuhan. Yang dicurigai terjangkit dan masuk RSPNPI Sulianti Saroso juga terus nambah. Enam korban (lima di Jakarta, satu di Samarinda), tiga diantaranya masih berstatus dicurigai terkena flu burung, meninggal dunia.

Meski sudah ditetapkan sebagai KLB oleh pemerintah, nggak bisa dipungkiri masyarakat masih dilanda rasa waswas. Lebih-lebih karena nggak semua Rumah Sakit dirujuk untuk menangani pasien2 suspeksi flu burung. Biar nggak terlalu waswas, berikut ada informasi-informasi pencegahan dari milis PSTC 'n Pasarbuku. Semoga bermanfaat....

kenali gejala-gejalanya, for safety sake...
Di bawah ini adalah beberapa tindakan pencegahan Flu Burung yang dapat kita lakukan:
1. Hindari bepergian ke daerah peternakan unggas dan babi atau kebun binatang.
2. Hindari membeli hewan hidup untuk dikonsumsi. Anda/anggota keluarga yang membersihkan hewan tersebut akan melakukan kontak langsung dengan kotoran yang masih melekat pada bulu-bulu atau kulit (yang membahayakan jika ternyata unggas tersebut terserang virus flu burung). Lebih aman jika anda membeli hewan potong yang telah dibersihkan dan direndam air panas.
3. Tingkatkan sistem imunitas tubuh dengan pola hidup sehat. Makan dan istirahat teratur. Jika perlu, konsumsilah multivitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
4. Jagalah kebersihan, diantaranya dengan sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun dan/atau desinfektan.

Jika Anda / Anggota Keluarga mengalami:
1. Demam/Panas tinggi di atas 38 derajat Celcius, DAN
2. Salah satu gejala di bawah ini, DAN:
Batuk
Nyeri Tenggorokan
Sesak Napas
3. Memiliki riwayat mengunjung peternakan unggas/babi dan/atau kebun binatang dalam jangka waktu 21 hari,

Segera hubungi RS terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Saat ini, rumah sakit yang menjadi rujukan dalam penangana flu burung ini adalah:
Rumah Sakit Pusat Nasional Penyakit Infeksi -- Prof. Dr. Sulianti Saroso ( R S P N P I - S S )
Jl. Baru Sunter Permai Raya
No. Telp. 021 - 650 6559 http://www.infeksi.com/hiv/

Informasi mengenai lebih terperinci mengenai Flu Burung -- penyebab, pencegahan dan pengobatannya -- terdapat dalam notes di bawah ini.

Apa itu flu burung?
>> Infeksi yang disebabkan oleh virus influensa, serta dapat menyerang unggas, babi dan manusia.
Bila menyerang manusia, maka akan terdapat gejala flu yang tidak kunjung sembuh bahkan terus memberat dan disertai gejala sesak nafas dalam 2-3 hari. Hal ini merupakan indikasi terjadinya serangan flu burung yang dapat merenggut nyawa penderita dengan cepat (dalam hitungan 1 minggu).
Penyebab flu burung adalah virus influensa tipe A.
Virus influensa tipe A adalah virus influensa yang dapat berubah-ubah bentuk dan dapat menyebabkan epidemi dan pandemi. Turunan virus yang sangat ganas dan dapat menyebabkan flu burung adalah subtipe A H5N1. Virus ini dapat bertahan hidup di air bersuhu 22 derajat selama 4 hari dan selama lebih dari 30 hari pada suhu 0 derajat. Virus akan mati pada pemanasan 60 derajat selama 30 menit dan dengan deterjen, atau desinfektan.
Gejala flu burung dibedakan atas gejala pada manusia dan pada unggas

Gejala pada manusia :
1. Demam ( suhu badan diatas 38 derajat celcius)
2. Batuk dan nyeri tenggorokan
3. Radang saluran pernapasan atas
4. Pneumonia ( radang paru)
5. Infeksi mata
6. Nyeri otot

Jika anda atau keluarga mengalami gejala di atas, segeralah menghubungi dokter atau Rumah Sakit terdekat.

Gejala pada unggas :
1. Jengger berwarna biru
2. Borok di kaki
3. Mati mendadak ara penularan

Flu burung menular dari unggas ke unggas, dari unggas ke babi, dan dari unggas ke manusia.
Penularan melalui udara yang tercemar virus influensa H5N1, yang berasal dari air liur, lendir, dan kotoran unggas yang sudah mengering dan terbawa udara. Penularan juga dapat terjadi jika bersinggungan langsung dengan unggas yang terinfeksi flu burung. Untuk itu, jangan membeli ayam yang hidup karena kita/pembantu dapat berhubungan dengan kotoran ayam secara langsung apabila ayam tersebut terserang virus.
Sampai saat ini belum dapat dibuktikan adanya penularan dari manusia ke manusia, juga dari makanan berbahan dasar unggas ke manusia.

Masa inkubasi

Pada unggas : 1 minggu
Pada manusia : 1-3 hari
Pada anak : bisa sampai 21 hari

Pencegahan

Pada unggas :
1. Vaksinasi pada unggas yang sehat untuk mencegah tertular virus influensa H5 N1.
2. Pemusnahan unggas atau burung yang terinfeksi flu burung


Pada manusia -- masyarakat umum :
1. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan makan makanan bergizi dan beristirahat yang cukup. Multivitamin dapat membantu kita untuk meningkatkan daya tahan tubuh
2. Mengolah unggas dengan cara yang benar yaitu dengan cara :
Memilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit)
Memasak daging ayam sampai suhu 100 derajat celcius selama lebih kurang 10 menit
Memasak telur sampai 100 derajat celcius selama lebih kurang 6.5 menit
3. Jangan pergi ke peternakan ayam, unggas, dan lain2
4. Jangan membeli unggas hidup, karena anda/anggota keluarga yang membersihkan unggas akan melakukan kontak langsung dengan kotoran yang masih melekat pada unggas tersebut (yang membahayakan jika ternyata unggas tersebut terserang virus flu burung)


Pada manusia -- kelompok berisiko tinggi (warga yang memelihara unggas, pekerja peternakan dan pedagang)
1. Mencuci tangan dengan desinfektan dan mandi sehabis bekerja
2. Menghindari kontak langsung dengan unggas atau burung
3. Menggunakan alat pelindung diri (misalnya masker dan pakaian kerja)
4. Meninggalkan pakaian kerja di tempat kerja
5. Membersihkan kotoran unggas setiap hari


Bila flu tampak berat dan disertai sesak nafas penderita harus dirawat di rumah sakit karena membutuhkan:
Oksigen untuk membantu pernafasan
Pemberian cairan infus
Pemberian obat anti virus
Pemberian obat anti infeksi
(sumber: Dr. Fiastuti)

Antisipasi flu Burung Versi Hembing
Oleh Prof Hembing Wijayakusuma

Akhir-akhir ini masyarakat was-was dengan munculnya penyakit flu burung (avian influenza) yang mengantarkan penderitanya pada kematian. Flu burung pada awalnya merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus yang menyerang bangsa unggas, seperti ayam, itik, bebek, kalkun, merpati, unggas air, burung-burung piaraan, maupun burung liar. Namun, pada perkembangannya, virus flu burung mengalami mutasi sehingga virus tersebut dapat tersebar dan menular pada hewan lain seperti babi, kuda bahkan manusia. Seperti halnya virus influenza, virus flu burung mempunyai kemampuan melakukan perubahan genetik atau mutasi sehingga berkembang menjadi beberapa varian

Gejala umum unggas yang terinfeksi virus flu burung biasanya bervariasi,dan hampir sama dengan unggas yang terinfeksi virus tetelo. Antara lain,bersin-bersin, kesulitan bernafas, pembengkakan pada kepala, jengger berwarna biru, bercak merah pada sayap, kaki membengkak sehingga tidak dapat berjalan, kepala dan leher berputar-putar, mencret-mencret, nafsu makan berkurang, dan penurunan produksi. Tinggi-rendahnya kematian unggas tergantung pada tipe dan galur virusnya.

Sedangkan gejala flu burung yang menyerang manusia, hampir sama seperti flu biasa namun tingkat kematiannya lebih tinggi. Gejala itu antara lain, penderita mengalami demam tinggi sekitar 40 derajat celsius, sakit kepala, pusing, batuk dan sesak nafas, gatal dan sakit tenggorokan, tubuh terasa lemas dan pegal-pegal, hidung beringus, mata memerah karena peradangan. Pada anak kecil sering disertai mencret dan muntah.

Cara alamiah pencegahan dan antisipasi virus flu burung dapat ditempuh dengan meningkatkan daya tahan tubuh dan stamina, yang diperoleh melalui tumbuhan obat. Tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk masalah ini adalah: ambil jahe dan lobak secukupnya, lalu dijus. Campuran itu kemudian disiram ke ayam. Masak daging ayam dengan api pada suhu 100 derajat celsius hingga matang, lalu masak lagi selama setengah jam. Masukkan bahan makanan dan bumbu seperti cuka beras putih, lobak, jamur kuping, bawang putih dan lada. Masak sematang-matangnya.

Atau cara lain dengan menggunakan ramuan berkhasiat yang diminum langsung, ambil 15 gram sambiloto, 4 siung bawang putih, 15 gram jahe, 25 gram kencur,direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, disaring airnya, diminum dengan menambahkan 1 sendok makan madu.

Cara lainnya adalah menggunakan 60 gram krokot hijau segar, 30 gram pegagan segar, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring airnya lalu diminum. Atau gunakan 5 butir kiamboi/sunboi diblender dengan 200 cc air kelapa hujau. Tambahkan madu lalu diminum.

Bisa juga mengkonsumsi ramuan yang terbuat dari 30 gram buah jali ang direndam terlebih dahulu hingga lunak, tambahkan 30 gram kacang hijau, jahe, gula merah secukupnya, direbus dengan air sehingga menjadi bubur lalu dimakan selagi hangat.

Catatan: Bila penyakit berlanjut, hubungi dokter.
{Prof HM Hembing Wijayakusuma, Ketua Umum Himpunan Pengobat Tradisional dan Akupunktur Se-Indonesia-HIPTRI)