Hosted by Photobucket.com

Tuesday, August 30, 2005

sebuah skandal di malam minggu


aku tau kalian bisa dapat film-film untuk sepekan sexedu di kampus dari temen2 kine.tp kalian tetep kudu minta ijin ke moira.nanti kupertimbangkan.sbg ketua moviacz aku yg berhak mutusin.thx.lorca.
sender: +62818324412


Naud mengernyit membaca sms yang tiba-tiba masuk ke ponselnya tanpa dinyana itu. Lorca? Laki-laki itu memang pentolan Moviacz, seperti yang barusan dia bilang. Tapi dari mana dia tau nomer hape-ku? Lagipula, aku kan udah minta ijin ke Nair? Ia menggeleng bingung.

Seminggu lagi, ia dan teman-teman KineClub membuat acara bertajuk seksualitas di kampus. Salah satu program yang diajukan dan akhirnya diampu oleh Naud adalah pemutaran film-film bertema seks. Bukan blue film, loh. Tapi beberapa filmbuatan lokal yang membahas seks pra-nikah dan punya muatan pesan moral. Semacam film Korea Sex is Zero itu, lah. Tapi tentu tak se-vulgar itu (Sex is Zero sudah mirip BF-nya sendiri di beberapa bagian).
Salah satu rumah produksi lokal yang punya komitmen pada pendidikan seks dan secara konsisten memproduksi film-film bertema 'lendir' tapi mendidik tanpa jadi guru itu adalah Movieacz. Tentu saja, untuk acara ini mereka, tak bisa tidak, harus bekerja sama dengan Movieacz, yang dipentoli oleh Lorca. Kebetulan, film-film produksi Movieacz memang bermutu dan beberapa kali masuk nominasi dalam festival film di luar negeri semacam Singapore Film Festival. Dan Lorca sendiri bukan cuma pentolan
. Laki-laki itu adalah produser, penggagas ide sekaligus sutradara hampir semua film-film Movieacz. Pendeknya, dia adalah sang motor di Movieacz. Tak hanya itu. Banyak orang bilang, Lorca ganteng. Kurang apa lagi?
Hampir tak ada (Lorca manusia, dan semua manusia pasti punya kekurangan, kan? Yang ini sih nggak usah dibahas-red.). Tapi Naud tak suka padanya. Bagi Naud, laki-laki itu terlampau arogan. Ia tahu, Lorca sadar betul dirinya berbakat, punya kesempatan, sekaligus punya modal untuk membuat para perempuan menggelepar di tangannya. Tapi aku nggak
termasuk salah satu dari mereka. Naud menggertakkan rahang.
Nah. Kalau akhirnya Naud yang dipasrahi teman-temannya untuk mengurus pelaksanaan pemutaran film, dan ia memilih untuk tidak berurusan dengan Lorca ketika menghubungi Movieacz, itu pun bukan karena ia tak suka pada Lorca. Tidak. Sebenarnya, ia berurusan dengan orang yang jauh lebih senior dari Lorca, pentolan salah satu LSM pendidikan seks yang nota bene adalah teman dekat Naud. Orang yang melindunginya sejak ia masih remaja. Dan - mengimbangi arogansi Lorca - dengan sombong, Naud bisa bilang ia tak butuh Lorca. Vir, orang itu, jauh lebih dihormati di kalangan aktivis. Juga, tentu saja, oleh anak buah Lorca. Atas b
antuan Vir, Naud berhasil mendapatkan film-film yang dia butuhkan. Dan untuk itu, Vir cukup menjentikkan jari.
Naud mengerutkan kening, sebal. Mungkin Lorca belum tahu soal ini. Karena tiga hari terakhir ini laki-laki itu sedang tak 'mengeram' di Movieacz. Ia sibuk 'berwisata' ke daerah-daerah, mengurus berbagai workshop film di kampus-kampus. Kemarin, Naud berurusan dengan Nair, divisi humas Movieacz. Tentu saja, tanpa lampu hijau dari Nair, Naud dan teman-teman tak akan mungkin berani bergerak. Memangnya aku nggak paham prosedur, apa? Rasa sebalnya kini bertumpuk-tumpuk makin tebal. Jangan-jangan bukan Lorca yang ngirim sms ini. Jangan-jangan orang sirik. Lagian, mana mungkin sih Lorca bisa dapet no.hpku?
Cemberut campur tak percaya, Naud mengetik-ngetik sesuatu di ponselnya. Sebuah sms untuk seorang teman, yang diketahuinya pernah dekat dengan Lorca.

kamu tau no.hp lorca? butuh. thx ya.
option-send-search-Zeela-send.
message sent.

Ia menghempaskan ponselnya kesal ke atas ranjang. Lalu kembali pada baris-baris kalimat di layar pc-nya. Naud harus menyelesaikan press release untuk acara itu, tapi kini kepalanya terasa penuh. Kalo bukan Lorca, lantas siapa lagi pengirim sms yang mengaku bernama Lorca itu? Apa ada yang tak suka deng
an kepengurusannya di salah satu program Sexedu? Tapi, kalau dia betul-betul Lorca, darimana laki-laki arogan itu tahu nomor ponselnya? Atau aku memang terkenal? Naud tersipu. Tentu saja, siapa yang tak kenal Naudiva anak Hukum?
Lamunan Naud terputus oleh getar sms masuk di ponselnya.

Zeela.
Sori, gw g punya.tnya aja ke kantr movieacz, 567342.

Lagi-lagi Naud mengernyitkan kening. Mana mungkin Zeela nggak punya no.nya Lorca? Bukannya dua bulan kemarin kaya'nya mereka pacaran? Itu sih, seantero dunia juga tahu. Ah, dasar pelit! Naud mencibir tajam. Lalu kembali mengirim sms berisi pertanyaan yang tadi dikirimnya ke Zeela, kali ini pada Vir. Kak Vir pasti tau.

>> >> Beberapa menit kemudian....
ponselnya bergetar lagi. Sms. Naud buru-buru membukanya.

Beluvd Vir
0818324412. ada apa,naud?masalah film?

Naud menggigit bibir.
Belum sempat ia mengetik balasan, tiba-tiba ponselnya bergetar lagi.

Zeela
Naud,gw mohon lu ga'usah hubungi Lorca.Dia cowok yg gw cintai skrg.Lu tau kan?Just be happy 4 me,thx.

????????????
........$%#^#%@&!!!!!

Dodol! Kamu pikir aku mo ngerebut Lorca dari kamu??? Get out of here!

Beberapa saat lamanya, Naud merasa sangat bodoh.

Dalam waktu setengah jam, seorang laki-laki arogan tanpa juntrungan telah mengirim pesan yang menurutnya sangat konyol, dan seorang perempuan yang merasa memiliki laki-laki itu, yang nota bene (Helloooow...?) adalah teman baiknya sejak kecil 'mengaum' marah kepadanya karena berpikir ia bermaksud mendekati Lorca? For God's sake, skandal macam apa ini?

option-reply to Beluvd Vir
ga'da,kak.Dunia emang aneh.Miss u!

option-send-OK.

message sent.