Hosted by Photobucket.com

Tuesday, August 16, 2005

<^_ 17an di rumah rhein _^>

karanggayam-djokdja, tujuhbelas agustus '05

sebuah pagi.

....lalu tivi dan jam dinding dan arloji dan matahari dan pucukdaunan teterpa angin dan sobekan suratkabar kemarin dan lembarlembar catatan harian dan pesansingkat yang berdering tak henti di ponsel dan suaramu yang merangkak lewat kabel telpon-gelombang radio-kawat televisi dan airbah katakata yang meledak di setiap ,

meneriakkan hari ini; enampuluh tahun lalu.

"kami bangsa Indonesia, dengan ini menyatakan kemerdekaan Republik Indonesia."

....lalu pertanyaan itu menghantamku, lagilagi:
merdeka? merdekakah ini? yang membelenggu-melipatremukkan kita dalam ketidaktahuan menerus? sudah merdekakah
ini?

sayupsayup,
ia bersuara lagi. lirih menghembus telingaku: ah, bodoh.
tentu kau tahu jawabnya.
bisiknya;

terlampau lirih.

+++++++++++

heay, seberapa 'indonesia'-kah kita?
pernah datang ke sini? itung-itung merayakan hari kemerdekaan, ga'da salahnya ditilik lagi. itung-itung membangkitkan 'sesuatu yang sudah lama hilang' itu. Kalo lagi senggang, liatliat ini juga seru: Tokoh Indonesia 'n Istana Merdeka. Biar nasionalisme kita nggak terus tergerus zaman, 'kali ya.

::MERDEKA! MERDEKA! Bebaskan diri dari segala bentuk penjajahan, yang nyata dan yang terselubung! ::