Hosted by Photobucket.com

Tuesday, August 30, 2005

sebuah skandal di malam minggu


aku tau kalian bisa dapat film-film untuk sepekan sexedu di kampus dari temen2 kine.tp kalian tetep kudu minta ijin ke moira.nanti kupertimbangkan.sbg ketua moviacz aku yg berhak mutusin.thx.lorca.
sender: +62818324412


Naud mengernyit membaca sms yang tiba-tiba masuk ke ponselnya tanpa dinyana itu. Lorca? Laki-laki itu memang pentolan Moviacz, seperti yang barusan dia bilang. Tapi dari mana dia tau nomer hape-ku? Lagipula, aku kan udah minta ijin ke Nair? Ia menggeleng bingung.

Seminggu lagi, ia dan teman-teman KineClub membuat acara bertajuk seksualitas di kampus. Salah satu program yang diajukan dan akhirnya diampu oleh Naud adalah pemutaran film-film bertema seks. Bukan blue film, loh. Tapi beberapa filmbuatan lokal yang membahas seks pra-nikah dan punya muatan pesan moral. Semacam film Korea Sex is Zero itu, lah. Tapi tentu tak se-vulgar itu (Sex is Zero sudah mirip BF-nya sendiri di beberapa bagian).
Salah satu rumah produksi lokal yang punya komitmen pada pendidikan seks dan secara konsisten memproduksi film-film bertema 'lendir' tapi mendidik tanpa jadi guru itu adalah Movieacz. Tentu saja, untuk acara ini mereka, tak bisa tidak, harus bekerja sama dengan Movieacz, yang dipentoli oleh Lorca. Kebetulan, film-film produksi Movieacz memang bermutu dan beberapa kali masuk nominasi dalam festival film di luar negeri semacam Singapore Film Festival. Dan Lorca sendiri bukan cuma pentolan
. Laki-laki itu adalah produser, penggagas ide sekaligus sutradara hampir semua film-film Movieacz. Pendeknya, dia adalah sang motor di Movieacz. Tak hanya itu. Banyak orang bilang, Lorca ganteng. Kurang apa lagi?
Hampir tak ada (Lorca manusia, dan semua manusia pasti punya kekurangan, kan? Yang ini sih nggak usah dibahas-red.). Tapi Naud tak suka padanya. Bagi Naud, laki-laki itu terlampau arogan. Ia tahu, Lorca sadar betul dirinya berbakat, punya kesempatan, sekaligus punya modal untuk membuat para perempuan menggelepar di tangannya. Tapi aku nggak
termasuk salah satu dari mereka. Naud menggertakkan rahang.
Nah. Kalau akhirnya Naud yang dipasrahi teman-temannya untuk mengurus pelaksanaan pemutaran film, dan ia memilih untuk tidak berurusan dengan Lorca ketika menghubungi Movieacz, itu pun bukan karena ia tak suka pada Lorca. Tidak. Sebenarnya, ia berurusan dengan orang yang jauh lebih senior dari Lorca, pentolan salah satu LSM pendidikan seks yang nota bene adalah teman dekat Naud. Orang yang melindunginya sejak ia masih remaja. Dan - mengimbangi arogansi Lorca - dengan sombong, Naud bisa bilang ia tak butuh Lorca. Vir, orang itu, jauh lebih dihormati di kalangan aktivis. Juga, tentu saja, oleh anak buah Lorca. Atas b
antuan Vir, Naud berhasil mendapatkan film-film yang dia butuhkan. Dan untuk itu, Vir cukup menjentikkan jari.
Naud mengerutkan kening, sebal. Mungkin Lorca belum tahu soal ini. Karena tiga hari terakhir ini laki-laki itu sedang tak 'mengeram' di Movieacz. Ia sibuk 'berwisata' ke daerah-daerah, mengurus berbagai workshop film di kampus-kampus. Kemarin, Naud berurusan dengan Nair, divisi humas Movieacz. Tentu saja, tanpa lampu hijau dari Nair, Naud dan teman-teman tak akan mungkin berani bergerak. Memangnya aku nggak paham prosedur, apa? Rasa sebalnya kini bertumpuk-tumpuk makin tebal. Jangan-jangan bukan Lorca yang ngirim sms ini. Jangan-jangan orang sirik. Lagian, mana mungkin sih Lorca bisa dapet no.hpku?
Cemberut campur tak percaya, Naud mengetik-ngetik sesuatu di ponselnya. Sebuah sms untuk seorang teman, yang diketahuinya pernah dekat dengan Lorca.

kamu tau no.hp lorca? butuh. thx ya.
option-send-search-Zeela-send.
message sent.

Ia menghempaskan ponselnya kesal ke atas ranjang. Lalu kembali pada baris-baris kalimat di layar pc-nya. Naud harus menyelesaikan press release untuk acara itu, tapi kini kepalanya terasa penuh. Kalo bukan Lorca, lantas siapa lagi pengirim sms yang mengaku bernama Lorca itu? Apa ada yang tak suka deng
an kepengurusannya di salah satu program Sexedu? Tapi, kalau dia betul-betul Lorca, darimana laki-laki arogan itu tahu nomor ponselnya? Atau aku memang terkenal? Naud tersipu. Tentu saja, siapa yang tak kenal Naudiva anak Hukum?
Lamunan Naud terputus oleh getar sms masuk di ponselnya.

Zeela.
Sori, gw g punya.tnya aja ke kantr movieacz, 567342.

Lagi-lagi Naud mengernyitkan kening. Mana mungkin Zeela nggak punya no.nya Lorca? Bukannya dua bulan kemarin kaya'nya mereka pacaran? Itu sih, seantero dunia juga tahu. Ah, dasar pelit! Naud mencibir tajam. Lalu kembali mengirim sms berisi pertanyaan yang tadi dikirimnya ke Zeela, kali ini pada Vir. Kak Vir pasti tau.

>> >> Beberapa menit kemudian....
ponselnya bergetar lagi. Sms. Naud buru-buru membukanya.

Beluvd Vir
0818324412. ada apa,naud?masalah film?

Naud menggigit bibir.
Belum sempat ia mengetik balasan, tiba-tiba ponselnya bergetar lagi.

Zeela
Naud,gw mohon lu ga'usah hubungi Lorca.Dia cowok yg gw cintai skrg.Lu tau kan?Just be happy 4 me,thx.

????????????
........$%#^#%@&!!!!!

Dodol! Kamu pikir aku mo ngerebut Lorca dari kamu??? Get out of here!

Beberapa saat lamanya, Naud merasa sangat bodoh.

Dalam waktu setengah jam, seorang laki-laki arogan tanpa juntrungan telah mengirim pesan yang menurutnya sangat konyol, dan seorang perempuan yang merasa memiliki laki-laki itu, yang nota bene (Helloooow...?) adalah teman baiknya sejak kecil 'mengaum' marah kepadanya karena berpikir ia bermaksud mendekati Lorca? For God's sake, skandal macam apa ini?

option-reply to Beluvd Vir
ga'da,kak.Dunia emang aneh.Miss u!

option-send-OK.

message sent.


Monday, August 22, 2005

*sigh* t-e-r-r-i-b-l-e

today i feel terrible.
last night i've just finished one work.
like most of my works, i dedicate it to my beloved one.
ok, it's a different kind of work, but all i wanna tell is
that i could do it, like some other person could.

but what do I got for now? a misunderstood.
only a misunderstood.
misunderstood-of-the-day!!!! Horraaayy...!!

[God, thank's a lot. Don't push me to quit.]

FTW: ++ Outline, Perlukah? ++

Kalau ada penulis buku yang menulis tanpa menggunakan outline, kemungkinan besar dia adalah penulis fiksi. Berkali-kali saya cerita bahwa Tom Clancy mengatakan ia menulis novel seperti Anda membacanya. Artinya, Tom Clancy sebenarnya tidak pernah tahu bagaimana alur novelnya hingga selesai. Nah, memang kebanyakan penulis fiksi (novel, cerpen) tidak pernah membangun kerangka (outline) nyata ketika menulis, yaitu yang tersurat. Umumnya, kerangka atau alur penulisan fiksi secara abstrak sudah ter-setting di benak.

Sebenarnya, perlukah kita membuat outline sebelum menulis buku? Kalau yang dimaksud buku nonfiksi, seperti buku resep, buku kiat, buku teks, buku panduan, ataupun buku referensi, tampaknya outline memang perlu untuk memudahkan pemetaan pikiran. Nah, outline itu ibarat gambaran daftar isi buku yang kita mulai dari:
  • judul bab
  • sub judul
  • sub-sub judul
Demi menciptakan diferensiasi dan keunggulan buku maka isi buku pun dilengkapi dengan:
  • pengayaan (enrichment)
  • visualisasi
  • quotation
Pengayaan lagi tren dalam penulisan buku nonfiksi, terutama buku-buku how to dan self-improvement. Misalnya, pengayaan ditampilkan dalam boks-boks yang berisi materi khusus dan materi-materi ringan. Penulis yang mampu menggunakan pengayaan ini adalah penulis yang banyak membaca dan menggunakan referensi paling tidak lebih dari 10 buku atau juga yang berasal dari internet.
Visualisasi juga membuat buku semakin berisi dan menarik. Beberapa penulis yang menciptakan ide-ide baru kerap membuat visualisasi peta konsep, misalnya peta konsep cashflow quadrant oleh Robert Kiyosaki, peta konsep PDB oleh Hermawan Kartajaya, atau peta konsep ESQ oleh Ary Ginanjar.
Quotation adalah kutipan ungkapan, ayat suci, atau kata-kata bijak yang banyak terdapat pada buku-buku self-improvement. Terkadang quotation ditampilkan besar-besar atau dengan huruf-huruf dinamis yang mengikat perhatian. Dengan quotation juga naskah buku menjadi lebih kaya dan sarat perenungan.

Dari bahan-bahan tersebut maka Anda bisa meramu sebuah outline yang punya daya pikat. Jika outline sudah tersusun, Anda pun bebas menulis dari mana saja. Misalnya, mau menulis atau lagi mood menulis bab 3 atau bab 7, ya silakan. Outline juga nanti bisa membuat kita berpikir soal struktur tulisan. Misalnya, bab 6 seharusnya jadi bab 5 sesuai dengan urutan, sah-sah saja kita ubah sebelum dikirim ke Penerbit. Apakah penerbit bisa mengubah outline? Mungkin saja. Perubahan outline dalam konteks editing naskah termasuk perubahan besar atau sering disebut editing berat. Perubahan ini bisa dalam bentuk perubahan struktur atau urutan bab dan subbab, bisa juga bentuknya berupa penghilangan atau pemampatan bab. Semua itu bergantung kacamata editor yang juga akan beradu argumen dengan Anda sebagai penulis.

Begitulah…. outline penting untuk naskah nonfiksi, tetapi tidak untuk naskah fiksi. Jika Anda mengajar anak menulis, umumnya kecenderungan mereka adalah fiksi. Karena itu, jangan paksa mereka membuat kerangka terlebih dahulu. Itulah pengalaman menulis waktu SD dulu. Menulis kerangka terkadang lebih lama daripada menulis cerita.

Bambang Trim
[dari milis pasarbuku@yahoogroups.com]

Tuesday, August 16, 2005

60 tahun indonesia merdeka # 1

...satu bukti kesewenang-wenangan politik di zaman orde baru... pathetic!

Pemecatan Seorang Puteranya Dari Fakultas Sosial-Politik UI
Kolom Ibrahim Isa

Pada suatu hari (sekitar tahun 1981-an) senat fakultas sosial-politikUniversitas Indonesia mengadakan rapat di kantor senat yang dihadiri olehseluruh pengurus senat. Dalam rapat tersebut Alex Irwan berinisiatif menghadirkan Pramoedya Ananta Toer di kampus UI, sampai kemudian disepakati dan diputuskan bahwa segenap pengurus senat fakultas sospol akan menyelenggarakan acara kampus dengan mengundang Pram selaku pembicara tunggal.

Sebagai salah seorang pengurus senat, Ferdi (salah satu putera Joesoef Isak) ikut juga menghadiri rapat tersebut, dan serta-merta membaca adanya gelagat yang kurang baik mengenai hasil keputusan rapat. Betapa tidak (pikir Ferdi), suatu universitas negeri terbesar dan terkenal berani-beraninya menyelenggarakan acara kampus dengan mengundang seorang tapol yang baru pulang dari Pulau Buru. Ya, meskipun Pramoedya seorang sastrawanterbesar dan termasyhur, dan karya-karyanya diakui oleh dunia internasional, bagaimanapun ia adalah seorang mantan tapol, seperti juga ayahnya sendiri. Apakah tidak kepikiran oleh anak-anak muda seangkatannya itu mengenai hal-halyang bakal terjadi? Baru saja ayahnya terbebas dari interogasi berturut-turutyang melelahkan di Kejaksaan Agung, dan hal itu disebabkan tiada lain karena penerbitan buku-buku Pramoedya itu sendiri. Dan sekarang? Kawan-kawannya itu mau mengundang sastrawan besar itu selaku pembicara utama? Waduh, waduh…. Sebagai anak tapol Ferdi betul-betul sadar akan risiko yang tidak kecil yang bakal menimpa kawan-kawannya, juga menyadari dampaknya terhadap dirinya sendiri selaku bagian dari kepengurusan senat. Namun demikian ia pun memilih untuk diam, karena bagaimanapun ia harus berusaha bersikap demokratis kepada hasil keputusan rapat tersebut.

Maka tibalah waktunya ketika suatu pagi ia bertanya kepada ayahnya mengenai rencana kehadirannya di kampus UI.
"Hadir untuk apa?" tanya sang ayah singkat.
"Lho? Apakah Ayah belum menerima undangan?" Ferdi balik bertanya.
"Undangan dari mana?"
"Ya dari UI."
"Memangnya ada acara apa di UI?"
"Bukankah nanti siang Pak Pramoedya mau berceramah di sana?"
"Apa?!" Serta-merta Joesoef tersentak kaget. Ia menatap Ferdi dengan seksama, seakan-akan tidak mempercayai pendengarannya. Akhirnya Ferdi pun berusaha mengendalikan suasana dengan menceritakan semua yang terjadi mengenai inisiatif kawan-kawan yang berambisi menghadirkan Pramoedya selaku penceramah. Ferdi mengakui bahwa dirinya tak dapat berbuat banyak karena semua itu adalah hak kawan-kawan yang telah diputuskan secara demokratis.

Dan siang itu juga, penyelenggaraan acara berlangsung dengan sangat meriah.
Pramoedya berbicara dengan tegas dan lantang seperti biasa, menjawab dan menanggapi setiap pertanyaan yang dikemukakan secara antusias oleh para mahasiswa. Ketika itu-boleh dibilang-acara dapat terselenggara dengan sukses dan gemilang. Sambutan-sambutan segenap mahasiswa begitu semarak dan ramainya. Namun kemudian apa yang terjadi…?

Keesokan harinya datanglah keputusan dari pihak rektorat bahwa empat mahasiswa dikenakan pemecatan dari kampus UI, termasuk Ferdi adalah salah satunya. Surat pemecatan segera disampaikan kepada pihak orang tua, dan konon keputusan itu atas perintah langsung dari Menteri Pendidikan Daud Yusuf.
***

<^_ 17an di rumah rhein _^>

karanggayam-djokdja, tujuhbelas agustus '05

sebuah pagi.

....lalu tivi dan jam dinding dan arloji dan matahari dan pucukdaunan teterpa angin dan sobekan suratkabar kemarin dan lembarlembar catatan harian dan pesansingkat yang berdering tak henti di ponsel dan suaramu yang merangkak lewat kabel telpon-gelombang radio-kawat televisi dan airbah katakata yang meledak di setiap ,

meneriakkan hari ini; enampuluh tahun lalu.

"kami bangsa Indonesia, dengan ini menyatakan kemerdekaan Republik Indonesia."

....lalu pertanyaan itu menghantamku, lagilagi:
merdeka? merdekakah ini? yang membelenggu-melipatremukkan kita dalam ketidaktahuan menerus? sudah merdekakah
ini?

sayupsayup,
ia bersuara lagi. lirih menghembus telingaku: ah, bodoh.
tentu kau tahu jawabnya.
bisiknya;

terlampau lirih.

+++++++++++

heay, seberapa 'indonesia'-kah kita?
pernah datang ke sini? itung-itung merayakan hari kemerdekaan, ga'da salahnya ditilik lagi. itung-itung membangkitkan 'sesuatu yang sudah lama hilang' itu. Kalo lagi senggang, liatliat ini juga seru: Tokoh Indonesia 'n Istana Merdeka. Biar nasionalisme kita nggak terus tergerus zaman, 'kali ya.

::MERDEKA! MERDEKA! Bebaskan diri dari segala bentuk penjajahan, yang nyata dan yang terselubung! ::

Monday, August 15, 2005

++ FTW#1: Naskah uniK ++

Satu kriteria yang membuat naskah punya kans besar diterbitkan oleh penerbit adalah keunikannya. Ada empat hal yang merupakan basis keunikan sebuah naskah, yaitu:

  1. topik yang diangkat oleh naskah
  2. gaya penulisan naskah (style);
  3. format pengemasan naskah;
  4. judul naskah.
Karena itu, salah satu teknik memunculkan keunikan ini adalah dengan dua cara:

  1. membandingkan buku yang berasal dari naskah sejenis sehingga dibuatlah diferensiasi dari naskah yang sedang digarap
  2. memikirkan cara-cara baru mengemas dan memformat naskah, misalnya menggabungkan gaya penulisan popular dan visualisasi untuk membuat naskah lebih hidup.

Para penulis pemula tentu harus banyak berlatih untuk menyiapkan naskah first time goal yang bisa langsung menjebol gawang editorial buku. Karena itu, diperlukan sekali kegiatan membaca, terutama karya buku best-seller (yang memang belum tentu ditulis oleh seorang penulis buku terkenal) sebagai bahan pelatihan. Buku-buku best-seller bisa menjadi cermin efektif untuk mengukurnya dengan naskah yang sedang digarap. Jadi, jangan terlalu subjektif menilai naskah Anda layak jual atau unik sekali sebelum Anda memahami bagaimana buku-buku best-seller bisa diterbitkan dan digandrungi oleh banyak orang.

Ada beberapa faktor lain yang mungkin juga berpengaruh terhadap diterbitkannya naskah Anda sebagai naskah potensial. Faktor lain ini bisa juga mendukung keunikan yang ada. Beberapa faktor tersebut:

  1. Tren. Naskah yang mengikuti tren yang lagi hangat cenderung dapat diterima oleh pembaca dan banyak disukai penerbit yang mengedepankan tren naskah. Misalnya, naskah teenlit ataupun chiklit yang menggejala di satu memang disenangi beberapa penerbit yang berhaluan fiksi remaja. Dan tentu yang dicari adalah yang paling unik.
  2. Momentum. Naskah unik yang muncul sebelum momentum dan justru berkaitan dengan momentum sangat punya peluang diterbitkan. Misalnya, Anda menggarap naskah unik tentang ibadah puasa sebelum bulan Ramadhan dan sangat berbeda dengan buku-buku lainnya, tentu sangat diperhitungkan oleh penerbit. Misalnya, seorang anak kecil menulis buku “Shaum di Mata Anak” tentu bisa berpeluang menjadi bacaan anak best-seller saat bulan Ramadhan.
  3. Penulis. Latar belakang penulis yang punya reputasi di bidang yang dia tulis bisa menjadi satu faktor penguat keunikan naskah. Apalagi kalau penulisnya unik dari sisi umur, sisi pengalaman, maupun sisi ketenaran. Anda lihat bagaimana buku anak ciptaan Madonna (English Rose) menjadi best seller karena memang ada faktor penulis sebagai seorang selebriti penyanyi, tetapi menulis cerita anak.

Apakah berarti kalau naskah Anda ditolak salah satu alasannya karena tidak unik? Bisa jadi memang demikian karena naskah Anda terlihat biasa-biasa saja, ditulis dengan gaya penulis kebanyakan, atau ada kecenderungan meniru-niru gaya yang sudah ada. Karena itu, banyaklah bereksperimen jika Anda ingin menulis naskah buku yang unik. Menulis buku merupakan lompatan, sedangkan menulis artikel atau cerpen ibarat langkah kecil yang tidak memerlukan nafas panjang.

Selamat menulis dengan segala keunikan Anda!
Bambang Trim

(sumber: milis pasarbuku@yahoogroups.com)

First Time Writing Series

Aku menemukan tulisan-tulisan berikut di milis. Menurutku bagus. Buat mas Bambang Trim, mohon ijin yaa, aku upload di blog-ku... Buat temen-temen, mudah-mudahan berguna yaa...
Marii....menulis!
p.s: ditunggu juga komen-komennya dari yang dah pernah nulis 'n menelurkan buku... Yok bagi2 pengalaman ma temen2!

Thursday, August 11, 2005

ancaman kematian

salah satu cobaan yang cukup dilematis, antara mau diketawain atau dianggap perlu diwaspadai, jatuh dari langit hari rabu kemarin. kronologisnya begini:

6.00
bangun, ucek-ucek, ngulet dikit, tersenyum (kata bijak dari seseorang yang dicintai: mulailah hari ini dengan tersenyum), ambil air wudlu (telat banget tapi cuek) trus sholat shubuh. Lalu hari rabu, 10 Agustus itu diawali dengan sempurna.

6.24
mencuci baju-baju yang sudah direndam sejak tengah malam tadi. Emang bener kata si doi, ya... Memulai hari dengan tersenyum bikin semua terasa penuh semangat. Penuh semangat, sambil berharap mudah-mudahan mencuci adalah sebentuk olahraga tangan, meski belum jelas benar manfaatnya selain sebagai hiburan supaya tetap semangat mencuci.

7.36
ngecek ponsel-ponsel yang bergeletakan di dalam kamar, razia sms. mungkinkah ada sms penting, atau sms 'penting'....

7.40
bengong melototin ponsel dengan wajah mengerut tak percaya. Gile beneeerr, hari gini ada yang ngancam dengan berbuat seolah-olah tahu masa depan?? Apa maksudnya, nih??

"sesungguhnya Allah telah mendekatkan malaikat Izrail kepadamu. blah blah blah... yadaa yadaa yadaa... aku mengasihimu."

?????????? Huahuahuahahahaheuheuhiahaohoahahahahahaaaa......

Selanjutnya, setelah mengalami beberapa saat masa-masa dilematis, aku memutuskan untuk menertawakannya. Tentu saja sambil terheran-heran, kok ada ya orang kurang kerjaan macam itu?

maksudnya, bukan takabbur ato apa, tapi masalah 'mati' kan masalah Yang Di Atas. Kalaupun detik setelah ini, aku atau siapa pun ditakdirkan untuk 'dibebastugaskan' dari dunia, toh bukan urusan dia banget. Apa dia lantas merasa mulia karena telah 'mengasihiku' dan memberi 'peringatan' terlebih dulu kepadaku, supaya aku bisa bersiap-siap? Uhm....agak absurd memang, ketika berusaha menerka tujuan si pengirim sms itu.

absurd!
-yeah, like the sender, like the sent. sama absurdnya!

ps: tapi at least aku bisa ngebayangin kurang-lebih gimana perasaan Ayu Utami dan Dewi Lestari pas dapet surat dari INSTUPA, xixixixi...

Saturday, August 06, 2005

[k-o-m-a]

Udah baca postingan di bawah? Pasti penasaran, 12 tanda tanya itu apa, punya siapa, 'n other blah blah blah. Hehe, well...
12 tanda tanya
itu kumpulan cerita pendek-nya mas F.X Rudy Gunawan, kalo nggak salah kumcer yang kedua setelah Zarima, kumpulan cerpen bukan pilihan KOMPAS. Nggak ada dong, yang belum tahu mas Rudy Gunawan itu siapa... Beliau kondang karena buku-buku 'catatan zamannya' semacam Budiman Sujatmiko: Menolak Tunduk, Mendobrak Tabu, Mengebor Kemunafikan: Inul, Seks dan Kekuasaan, dan yang paling aku suka: Refleksi Atas Kelamin. Mas Rudy Gunawan juga menulis novel-novel adaptasi yang keren abis macam Tusuk Jelangkung dan Bangsal 13 yang bakal diterbitkan versi bahasa Inggris-nya oleh Monsoon Book, S'pore....!! Kueren yah...

Selain TJ dan B13, mas Rudy juga menulis dua novel: Mata Yang Malas dan Radio Negeri Biru -- this one, kalo nggak salah adalah novel favoritnya teh Ninit Yunita.

Nhaa, back to the topic, mas Rudy Gunawan baru saja menyelesaikan novel terbarunya: [k-o-m-a]
Teaser, pengantar dari pak Budi Darma, dan karya-karya lain bisa dilihat di [k-o-m-a]. Pokoknya kueren abiisss deh...!


Anyway,
gila ya. Selain [k-o-m-a], beliau sedang menyelesaikan novel adaptasi film Aku Ingin Menciummu Sekali Saja-nya Garin Nugroho. Kadang-kadang, aku terbengong-bengong dan wondering... kok bisa ada yang se-produktif beliau dengan kualitas tetap terjaga, yah... *mupeng, sedikit ngiler*

Thursday, August 04, 2005

skenario untuk Munir: sebuah ajakan menulis

fade in:
Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir, KASUM, mempersembahkan

INT. KORIDOR, PAPAN PENGUMUMAN - anytime is possible
POSTER LUSUH
Sejauh mana kita mengenal Munir? Tidak, maaf. Sejauh mana kita mengenal HAM, bergelut, bersetubuh dan mencintainya? Apakah negara kita menghormati HAM, sebesar penghargaan kita kepadanya? Jika ya, dimana bentuk apresiasi kita? Jika tidak, masih pantaskah kita tinggal diam?

Prosa. Sketsa kata. Puisi. Gumaman. Keluh-kesah. Caci-maki. Gugatan. Ekspresikan kepedulian kita terhadap Hak Asasi Manusia. Fokus tema: Mengapa Munir Harus Dibunuh? Jangan lebih dari dua halaman A4 spasi satu, kirim ke
pojok_psi@yahoo.com selambatnya 14 Agustus 2005. Sekumpulan naskah terseleksi akan dibukukan dalam kumpulan tulisan "Mengapa Munir Harus Dibunuh?" dan diterbitkan oleh GagasMedia. Tersedia penghargaan sepantasnya untuk naskah-naskah terpilih. Hasil penjualan buku akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk kampanye Penegakan Hak Asasi Manusia dan didedikasikan kepada Munir (alm.) dan seluruh perjuangannya.
Buku kumpulan tulisan "Mengapa Munir Harus Dibunuh?", diluncurkan bersama buku kumpulan cerpen F.X Rudy Gunawan "12 Tanda Tanya: kumpulan cerpen Matinya Seorang Pejuang" pada acara:


Malam Apresiasi HAM
Selasa, 6 September 2005
Goethe Institut
, 19.00 s.d 22.00 WIB

Monolog Rieke Dyah Pitaloka tentang Kekerasan Negara
Mimbar Bebas
Peluncuran buku "Mengapa Munir Harus Dibunuh?"
Peluncuran Buku kumpulan cerpen "12 Tanda Tanya"

Terbuka untuk umum.

cut to

INT. RUANG GELAP, SPOTLIGHT KE BUKU DI PERMUKAAN MEJA - malam
12 TANDA TANYA
"Hati itu menggelepar sesaat di tangan perempuan cantik yang belepotan oleh darah segar kekasihnya. Angin pantai laut selatan kembali menghempaskan ombak besar seperti sebuah pelontar gas airmata yang ditembakkan tentara pada para demonstran yang pantang mundur. Yang tidak mengenal lagi apa itu takut, yang hatinya hanya berisi nyali. Hati semacam itu bisa dipastikan adalah hati yang belum terinfeksi oleh penyakit kepentingan apapun. Murni, utuh, belum tergerogoti wabah kehilangan hati.
Ya. Sepertinya, kehilangan hati telah menjadi wabah yang secara diam-diam dan perlahan menggerogoti siapa saja tanpa membedakan suku, golongan, agama, ideologi, atau kategori-kategori perbedaan lainnya. saat ini, manusia-manusia tanpa hati berkeliaran di mana-mana: di panggung politik, di belantara bisnis, di tanah kebudayaan, di terminal-terminal bis, di jalanan, dan bahkan di rumah-rumah keluarga yang sepertinya penuh kebahagiaan." (Tunjukkan Hatimu Padaku, "12 Tanda Tanya", Juli 2005)
#
"Bom apa, itu nggak terlalu sulit untuk dijawab. Intelijen kita, intelijen asing, tentara kita, tentara asing, pasti bisa menemukan dan menjawabnya."
"Setuju."
"Kenapa bom? Ini mulai sulit."
"Sulitnya?"
"Ya sulit. Kenapa bom? Kenapa harus bom? Ini sebuah pertanyaan sulit. Bom meledak, tubuh-tubuh hangus tak berbentuk, kenapa? Kenapa bom? Bom memang pemusnah yang dasyat, tapi kenapa? Bom…, kenapa bom? Kenapa orang lagi asyik menenggak bir harus dibom?"
"Ya kan emang gitu, namanya juga teror!"
"Teror lain soal. Gua nggak lagi ngomongin atau mikirin teror, gua lagi mikirin bom. Hanya bom, tanpa embel-embel terorisme di belakangnya. Bom. Itu saja. Dan pertanyaannya tetap sama: kenapa bom?" (Bom, "12 Tanda Tanya", Juli 2005)
#
"Orang Pertama: "Hal ini tak bisa dibiarkan terus. Harus dicari jalan keluarnya, karena kalau benar Dulhasim mengalami metamorfosa dan menjadi perempuan, ini akan menjadi aib besar yang mencoreng citra dunia perpolitikan kita dalam forum internasional. Memangnya politik kita politik banci?!"
Orang keempat: "Sepertinya kita harus menggagalkan proses metamorfosa ini. Betul begitu Pak Ketua?"
Orang pertama: "Sepertinya harus begitu. Bejo, coba kamu urus proyek ini. Kamu jadi PO-nya. Caranya terserah kamu. Yang penting aman, bersih, dan tidak kampungan. Ingat, kamu tidak boleh melakukan kesalahan sekecil apapun!"
Bejo: "Siap Pak! Bejo segera laksanakan tugas!!"

PADA HARI YANG KETUJUH BELAS, DULHASIM MENINGGAL DUNIA."
(Metamorfosa, "12 Tanda Tanya", Juli 2005)
fade out.

(iklan layanan masyarakat ini dipersembahkan oleh Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir.)

Monday, August 01, 2005

welcome back to jogja! *sigh*

well,
ternyata masih begitu-begitu saja. sebuah pagi sunyi yang terlewat tanpa kopi, barangkali cuma sigaret yang singgah menghitamkan sudut bibir. lalu, lagi-lagi...kegelisahan ini...