Hosted by Photobucket.com

Monday, July 11, 2005

Siaran Pers Ungu Violet waktu launching

Tak berjeda panjang dengan pemutaran perdana filmnya, novel adaptasi Ungu Violet karya Miranda diluncurkan di Panggung Utama Jakarta Book Fair, Jumat 1 Juli 2005, pukul 14.00 s.d 15.30. Novel adaptasi Ungu Violet diterbitkan oleh penerbit buku-buku populer GagasMedia. Peluncuran novel ini merupakan satu dari rangkaian promo film Ungu Violet produksi SinemArt, yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo dan Rizky Hanggono. Sebelumnya SinemArt dan GagasMedia juga menerbitkan buku The Making of Ungu Violet, sebuah buku collage foto dan komentar selama proses pembuatan film. Akan hadir pada acara peluncuran buku, penulis beserta aktor-aktris film Ungu Violet.

Ungu Violet berkisah tentang seorang fotografer, Lando (Rizky Hanggono) yang ‘menemukan’ Kalindamarita (Dian Sastrowardoyo), seorang gadis penjaga loket busway. Pertemuan aneh antara mereka membuat keduanya saling jatuh cinta. Adalah Lando pula yang mengubah seluruh perjalanan hidup Kalin hingga akhirnya ia menjadi seorang bintang.
Tetapi buku dan film ini tak melulu berkisah tentang cinta. Karena kemudian, Lando dan Kalin terpisah untuk alasan yang tak pernah benar-benar mereka pahami dan sepakati. Kalin dan Lando menempuh hidup mereka masing-masing selanjutnya, setelah sebuah malam ‘panas’ yang membuat Lando teringat pada trauma dan lukanya. Pada kesia-siaan hubungan mereka. Kalin menyangka Lando mempermainkannya. Kalin tak pernah tahu, Lando menderita sebuah penyakit stadium tiga. Kalin tak pernah tahu, usia Lando tak lama lagi.
Kalin bahkan tak pernah tahu untuk alasan itulah Lando meninggalkannya. Kalin tak pernah tahu Lando mencintainya. Mereka kemudian menemukan jawabannya, ketika pada saat yang sama Kalin mesti kehilangan kedua penglihatannya. Dan pada saat yang sama, Lando menempuh saat-saat terakhir dalam hidup pendeknya.

Kalindamarita,
Tak sepasti musim dan waktu, rencana manusia kadang tak berjalan seperti harapan. Kita hanya bisa berkehendak dan berdoa. Selebihnya, Ia berkuasa di luar kita.
Tapi kamu tahu, sepasti musim dan waktu, aku mencintaimu. Selalu. Seperti matahari yang terus terbit mengawali hari dan terbenam demi malam, aku terus menemanimu. Sampai nanti, ketika ragaku tak lagi di dekatmu. Perasaanku padamu tak pernah berujung.
Jika aku boleh berharap,
Aku ingin terus berada di dekatmu, Kalin. Begitu banyak yang ingin kubagi denganmu. Terlalu banyak yang ingin kutunjukkan padamu.
Tapi kematian bukan pilihan.
Juga cinta.
Bagiku, keduanya adalah hidup.
Keduanya bukan pilihan.
Aku akan menjalaninya dengan ikhlas.
Kalaupun waktu tidak lagi bicara banyak, seluruh diriku akan terus mengatakannya kepadamu;
Bahwa aku
Selalu mencintaimu.

Lando.



Novel adaptasi Ungu Violet adalah karya ketiga Miranda, setelah sebelumnya menulis adaptasi sinetron Dara Manisku dan novel yang juga akan segera di-layar lebar-kan, Sihir Cinta. Karya ketiganya ini lebih matang dan dibuat secara lebih berhati-hati ketimbang karya adaptasi pertamanya. Miranda menemukan dengan tepat soul film dan menuangkannya ke dalam novel dalam bahasanya.
Karir kepenulisannya dimulai setahun lalu, ketika Ayu Utami merekomendasikannya kepada FX Rudy Gunawan dan GagasMedia. Selain menulis novel, ia masih menulis cerpen dan puisi. Kini, sembari mempertanggungjawabkan potensi dirinya, Miranda berdomisili di Yogyakarta.