Hosted by Photobucket.com

Monday, July 18, 2005

Gie oh Gie, benci aku!!!!


Dududuuuh....! Benci banget deh ama bioskop jogja! FYI, di Jogja yang notabene kerajaan mahasiswa ini cuma ada satu bioskop yang... nggak representatif, nggak nyaman, nggak banget lah, tapi kita nggak punya pilihan lain: Mataram Theatre. Dah gitu, mulanya Mataram - jaman-jaman aku masih SMP-an gitu, means kira-kira 11 taunan lalu (gila, dah tua, ya?!) - punya 4 theatre dan sekelas lah ama 21. Tapi sekarang, kaya'nya cuma ada satu gedung yang berfungsi, secara dari sekian banyak baliho kain promoting movies, cuma satu yang labelnya: hari ini. Yang lain masih dengan malu-maluin bernaung di bawah label: segera!!

Kenapa aku marah-marah?? Jadi gini ceritanya:

Suatu pagi, temen baikku, Marianka, tiba-tiba telpon dan minta jemput di dekat terminal Jombor. Maka, dengan heroik, pagi-pagi aku jemput dia ke sana. Kami pun melaju ke kos-kosanku setelah sebelumnya mampir di swalayan serba ada 'n beli bermacam camilan gitu. Haha, pagi ini rencananya adalah nonton The Phantom of The Opera (kedua kalinya untukku).
Eh, nggak taunya niat nonton film akhirnya keterusan.

"Yuk yuk, nonton Gie!" kataku. Marianka mengerutkan kening.
"Emang udah main, ya?"
"Nggak tau sih, tapi kan sebenernya Gie main serentak dari tanggal 14 kemaren."
Marianka diam sebentar. Lalu dia jadi sangat bersemangat.
"Eh, iya iya iya, yuk! Nonton. Ntar jam 3 ya, ketemuan di warnet, ya?"

Maka dengan penuh semangat, kami pun berpisah dan menjalani aktivitas masing-masing, untuk bertemu lagi di warnet Garage, meeting point sebelum nonton.
Jam setengah tiga kurang, aku sampe di Garage. Secara Marianka belum dateng, aku ngenet dulu bentar. Trus trus, limabelas menit kemudian dia muncul. Eh, ketemu temennya pula, Cello. Yang lantas dengan bersemangat langsung menyatakan diri ikutan di acara 'menonton Gie bersama' ini. Maka, melajulah kami dengan gagah, di atas kuda-kuda besi kami (motor, maksudnya... hehe) menuju the one and only, bioskop tercinta di Jogja: Mataram Theatre.

Pas mo masuk, liat baliho kain Gie yang melambai-lambai. Oh, selamat.. pikirku. Paling udah main. Dengan pede kami pun masuk.
Di parkiran, Cello dah masuk duluan. Kami bersibuk nyari duit receh untuk bayar parkir, ketika tiba-tiba mataku tertumbuk di sebuah karton bertulisan:

Film Gie, mulai diputar 21 Juli. Main: 10.00-15.00-17.00-19.00

Aku mencolek Marianka.
"Eh, Mar, itu... Itu..." Aku sampe nggak bisa ngomong apa-apa saking keselnya. Marianka menoleh dan memandang ke arah yang aku tunjukin.
"Eh... Lho, kok??" Nggak kalah bingungnya, Marianka malah tanya sama Abang Tukang Parkir (bukan sodaranya Abang Tukang Bakso). "Mas Mas, itu kapan ya??" tanyanya sambil nunjuk-nunjuk ke papan karton yang berkibar-kibar penuh kemenangan dan tertawa mengejek kami itu. Sial. Tak kalah mengejeknya, si Abang Tukang Parkir juga tertawa.
"Lha itu udah jelas kapan tho, Mbak? Dibaca dulu yang bener...!"

....................
gubrakk. SIAAAALLLLL....!!!

Dan guess what: Film yang lagi maen di Mataram sekarang masih Ungu Violet, yang udah aku tonton sejak sekitar sepuluh harian yang lalu. Oh, aku benci bioskop Jogjaaaa....!!

Hiks,
sedih banget deh, orang dah rame2 ngobrolin Gie, aku belum nonton!!