Hosted by Photobucket.com

Monday, June 27, 2005

Dari Pengamen Jalanan Sampe Supernova

Secara badan masih lemes sisa-sisa ambruk seminggu kemarin, pagi hari dibuka dengan sarapan semangkuk bubur (yikes...!) 'n Good Morning + Dorce Show di trans tv. Program-program favoritku di kala libur.

Nggak ada yang menarik selain legenda komodo di pulau komodo di Good Morning (lihat postingan berikutnya). Tapi di Dorce Show, aku melihat pemandangan menyedihkan.
Tamu Dorce kali ini adalah beberapa orang yang kurang beruntung nasibnya + mbak Kristina Dangdut. Dua yang kurang beruntung nasibnya itu adalah ibu-ibu dan bapak pemulung. si Ibu itu punya dua anak, yang (kalo nggak salah) dua-duanya disuruh jadi pengamen di jalanan. Dan dia ngawasin di deket-deket situ.

Sebenarnya fenomena ini sih nggak baru lagi, dan kita kerap melihatnya di sudut jalanan mana pun, apalagi di Jakarta. Tapi I can't believe it: si Ibu tuh keliatan tenang-tenang banget dan just senyum-senyum menanggapi pertanyaan-pertanyaan Dorce. Maksudnya: Sama sekali nggak ada perasaan 'bersalah' atau 'berdosa', atau apa lah, yang tersirat di mukanya, sedikiiii..it aja. Dia kelihatan ikhlas banget anaknya kerja begituan di jalan, sementara dia sendiri nggak jelas kerjaannya apa.
Hari sebelumnya, aku sempet ngeliat sekilasan di program lain tentang hal yang sama. Ibu yang membiarkan anaknya yang cacat jadi pengamen. Di Good Morning sebelumnya juga sempat diangkat soal remaja yang terpaksa kerja jadi 'teman nongkrong' di warung remang-remang di Puncak, dan tanggapan ibunya. Tapi dari tiga program berbeda yang aku liat itu, nggak ada yang ekspresi ibunya se-cuek yang aku liat di Dorce Show pagi tadi. Gila! Aku jadi mikir, sebenernya dia sayang nggak sih, sama anak-anaknya? Jangan-jangan dia juga pernah nyewain anak-anaknya ke pengemis yang lain, kaya' yang biasa kita tau, yang terjadi di sekitar kita.

Jadi inget Supernova Petir-nya Dee. Ada kalimat yang aku suka banget: kalimatnya Ibu Sati ke Elektra (yang saking senengnya sampe aku kutip di skenario film SC draft kedua) :

Setiap orang sudah memilih peran uniknya masing-masing sebelum mereka terlahirkan ke dunia. Tapi, semua orang juga dibuat lupa terlebih dahulu.

just wondering, jalan yang sekarang mereka - ibu dan anak" itu tempuh - adalah peran unik yang mereka pilih itu kah, atau mereka hanya 'masih lupa'? Trus, kalo jawabannya yang kedua, mau sampe berapa lama mereka lupa?

......