Hosted by Photobucket.com

Monday, May 02, 2005

Sihir Cinta - sebuah resensi

dari blog-nya Yanti

Bagaimana rasanya menjadi orang yang mampu “melihat” kejadian di masa depan? Setelah membaca novel karya asli perdana Miranda ini (novel pertamanya merupakan karya adaptasi bertajuk Dara Manisku), mungkin kita akan menemukan jawabannya.

Sihir Cinta berkisah tentang Rhein Prabasnaya, seorang mahasiswi yatim piatu yang memiliki keistimewaan tadi. Tetapi keistimewaan itu, ditambah sifatnya yang cenderung introvert, membuat dirinya justru sulit memiliki teman karena dianggap freak. Beberapa kejadian membuat Rhein malah membuat Rhein menyesali kemampuannya itu.

“Lebih baik nggak tau apa-apa,daripada mengetahui sesuatu,tapi nggak bisa berbuat apa-apa untuk mengubahnya.”(halaman 71)

Dalam Sihir Cinta, Miranda menceritakan bagaimana Rhein menemukan seorang sahabat, Mita, jatuh cinta pada Ary Suta, “lelaki senja"-nya, lalu (berusaha) melupakan Ary lewat sosok Reza. Juga persahabatannya yang unik dengan seekor kucing hitam bernama Nimbus.

Alur cerita cinta yang terbilang ringan, nyaris standar, dikemas secara menarik dengan penuturan yang lancar, membuat pembaca mudah merasa “masuk” ke dalam cerita, bahkan dimainkan emosinya. Tentu saja, ini cerita fiksi, di mana khayal bisa berpadu dengan nyata dan logika kadang menempati urutan kedua. Toh, bagi Anda pemuja logika, anggap saja percakapan Rhein dengan Nimbus sebagai bentuk lain dari sebuah monolog.

Deskripsi fisik Ary Suta yang minimal bisa dianggap sebagai titik lemah novel ini, namun ini membiarkan pembaca berimajinasi lebih liar tentang sosok lelaki bermata tajam itu. Bagaimana Rhein sampai bisa jatuh cinta pada Ary, dan sebaliknya, tidak dikisahkan secara detil. Tapi cinta memang tidak perlu alasan. Cinta bisa menyihir manusia kapanpun, di manapun, dan karena apapun.


Secara keseluruhan, Sihir Cinta dan Rhein Prabasnaya dengan kesederhanaannya yang khas Jogja mampu menjadi menjadi alternatif di tengah maraknya cerita tentang perempuan lajang kota besar yang bahagia menjadi single, bergaya hidup glamor, bahkan hedonis. Walaupun tidak dilabeli “Chicklit Asli Indonesia", Sihir Cinta adalah sebuah chicklit dengan rasa baru.

Selamat, Miranda. Dan terima kasih untuk tidak mengaborsi embrio ceritamu ini, serta membiarkannya tumbuh menjadi anak sulung yang berhasil.