Hosted by Photobucket.com

Thursday, January 27, 2005

gracias!

Banyak orang memilih untuk bersabar menunggu gagasan besar hinggap di kepala untuk lantas dititiskan ke dalam cerita. Sebagian orang mungkin berharap akan melahirkan masterpiece pada debutnya. Tak terhitung karakter dalam cerita mewujud menjadi embrio yang mengalami abortus sebelum sempat berkembang dan lahir. Tentu saja aborsi adalah sebuah pilihan yang patut dihormati, tetapi pernahkah kita menghitung berapa banyak karakter sudah terbunuh sejak mereka masih dalam kepala, semata karena idealisme soal gagasan besar?
Hanya sedikit orang menghargai dan memberi tempat bagi proses pembelajaran dan keberanian menerima kritik-caci-makian.
Untuk itu saya, mewakili Rhein Prabasnaya dan Nimbus, merasa sangat perlu mengucapkan rasa syukur kepada Sang Pemberi Hidup yang luar biasa, yang telah ‘menghidupkan’ saya sehingga saya bisa ‘menghidupkan’ Rhein Prabasnaya dan Nimbus dalam dunia Sihir Cinta. (Disertai permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada berpuluh-puluh karakter yang sempat hidup di kepala saya dan kemudian gugur tanpa sempat merasakan kesempatan seistimewa Rhein dan Nimbus)

Selanjutnya, penulis mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada:

Bunda (memilikimu yang menghargai setiap pilihanku adalah berkah, Ma..), Opa (meski tak utuh, setidaknya kau menggantikannya), Papa Syahrul, Ekal my-bro, Mami & Pakdhe Lenteng Agung, Mb’Adek, Mb’Niek & M’Dody (buku-bukunya bikin Mia belajar ‘nulis), Keluarga besar Lahat, Palembang & Tanjungenim (‘Ma Echy & M’Agung, Alsi, Away, K’Kiki, Emil, semua yang nggak bisa disebut satu-satu)

Mas Rudy Gunawan, Mas Emka, Denny & Jeffry GagasMedia (salute untuk dukungannya pada ‘generasi carut-marut’ ini, hehe), Tongclay + sahabat-sahabat di Clay Production, Pak Leo Sutanto & SinemArt

Mbak Fira Basuki, Adhit ‘Jomblo’, Dewi ‘Dee’ Lestari & Icha Rahmanti (... ... ... – maaf, tak bisa berkata karena mulut saya terlalu penuh huruf-huruf t-e-r-i-m-a-k-s dan h), Teh Nits untuk blog-lessons-nya (xixixi... Maaf ‘teh, gaptek) Danni ‘ei-tu-ze’ & Adri, Vecky, Adit dj, Nissa, Adel, teman-teman Bandung yang hangat dan menyenangkan (...mungkin karena Bandung dingin, ya?)

Sahabat tak henti-henti: Ludriatin (ta’enteni la novela espanola-mu, Lud!), Rienz Juandhi (jadi, apa kabar orang-orang keen-on-death dalam skripmu?), Vyara Lestari (naik gunung lagi, yuks!), Oeclit Yuaniar (“Taurus” mbel!), Yetti Marianka (nyanyi, motret, bikin film, jaga warnet, dokter hewan.., plis deh ‘Wek!), Mungil (the manager, xixixi...), Aishah Basar (Ruth, kakakku), Susan (baik-baiklah...), Cin Hapsarin (ayoo...sekolah!)

Sesepuh dan teman-teman Utan Kayu: Mas Goen, Mb’Ayu, M’Tony, M’Asikin, Mb’Indah, Mb’Ari, Mb’Emil, Ging, Paul, Mb’Rayya, Mayang, Andi, Dian, dan semuanya (untuk tahun yang menyenangkan)

Keluarga besar Weling III/83B: Om ‘n Tante Munawwar, Ola, Lintang, Tita, Tia, Eta, Ester, Intan, Asih, Nani, Mb’Oppi ‘n Ita (...kenyamanan yang meruntuhkan perasaan)

Gelanggang’ers, TGM’ers & Beranda TGM’ers, Teman-teman eks Nila Pangkaja & Teladan ‘98, Teman-teman Komunikasi ’98, penulis di seantero dunia (special thx buat Jostein Gaardner dan J.K Rowling), para ‘pengunjung’
http://lubanghitam.blogspot.com/ dan http://sihircinta.blogspot.com/, teman-teman Friendster, Angkringan Yanto, Daharlan (di mana pun berada), dan teman-teman semua yang tak bisa disebut satu persatu (nggak kesebut bukan berarti lupa padamu, lho...)

Rhein Prabasnaya thanks to:
Swaragama :”), Damm (trauma karenamu bikin aku hidup), para tokoh fiksi (yang membentuk keseluruhan diriku), dan berbatang-batang rokok menthol di tengah sepi.

Nimbus thanks to:
Leo si kucing BW (thx, bro...), Koenyit (nasi goreng sardennya, nyam...), kursi rotan di beranda rumah (ngeceng abis ‘dah...)

Dan terakhir, yang terpenting bagi kami bertiga: terima kasih banyak buat Kamu (jangan biarkan lebih banyak lagi karakter dalam kepalamu teraborsi)
STOP PIRACY, STOP THE ABORTION OF CHARACTERS. IT’S A CRIME!!!